Uncategorized

Upaya Memecah Belah Unsur Pertahanan Komponen Pendukung (Menwa Mahawarman) Di Jawa Barat

K- Lidik News.Com Bandung – Resimen Mahasiswa Mahawarman Jawa Barat lahir dari Bumi Siliwangi sejak tahun 1959 dalam bentuk Wala 59 yang kemudian mendapatkan pengesahan Dhuaja (berupa Bendera) Menwa

Mahawarman berdasarkan Keputusan Menko Hankam/Kasab No.M/1/016/64 sebagai pandji-pandji
Kesatuan dimana satu sisi berupa lambang Mahawarman dan di sisi lainnya lambang Siliwangi.

Hal ini tidak mengherankan karena Menwa Mahawarman adalah anak kandung Kodam III/Siliwangi dan
turut serta dalam berbagai operasi penumpasan ancaman terhadap NKRI mulai dari Trikora, DI-TII,
maupun operasi teritorial di Timur Tengah dan Timor Timur.

Selain itu, Menwa Mahawarman beserta Kesatuan-kesatuan dibawahnya mendapatkan
pengesahan melalui Keputusan Gubernur Kepala Daerah selaku KAMADA HANSIP/HANRA VIII
DJABAR pada tahun 1966 yang juga menyatakan bahwa Menwa Mahawarman berkedudukan di
Surapati 29 Bandung. Hingga saat ini, Menwa Mahawarman terus berkembang dengan anggota
yang tersebar dan berasal dari lebih 65 Perguruan Tinggi.

Dalam sejarahnya sejak reformasi, Menwa Mahawarman secara resmi hanya bergabung dengan
Korps Menwa Indonesia yang merupakan organisasi pewaris ideologis dan diwarisi secara legal
panji-panji Tentara Pelajar, dibuktikan dengan surat keputusan dan penyerahan Dhuaja PKBPPK
(Persatuan Keluarga Besar Pelajar Pejuang Kemerdekaan) pada tanggal 2 Juni 2013 di Tugu
Proklamasi Jakarta.

Seiring berkembangnya organisasi, banyak pihak yang ingin menjatuhkan dan menginfiltrasi
Menwa Mahawarman.

Salah satunya dengan adanya upaya mengangkat dan melantik Komandan Menwa Mahawarman oleh Konas Menwa, dimana pejabat yang bersangkutan berasal dari Non- Menwa serta organisasi yang melantik bukan lahir dan berasal dari Bumi Siliwangi, sehingga
tindakan ini dapat dikatakan ilegal.

Tindakan tersebut menggunakan pola yang banyak dipakai oleh
organisasi terlarang sebagai upaya pemecahbelahan organisasi yang menjunjung tinggi kemurnian
Garba Ilmiah dan insan akademis yang memiliki rasa cinta tanah air serta dibekali kemampuan bela negara.

Di sisi lain, tindakan ini dapat menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat Jawa Barat
serta terindikasi digunakan untuk mencapai kepentingan pribadi maupun golongan tertentu.

Hal ini juga bertentangan dengan Surat Telegram (ST) Dirjen Potensi Pertahanan Nomor : ST / 06 / 2001
tanggal 18 Juli 2001 yang menyatakan bahwa Komandan Resimen Mahasiswa harus dijabat oleh Senior Menwa dan dipilih dengan cara membentuk panitia di lingkungan Skomen, dimana
berdasarkan Surat Telegram (ST) Dirjen Sumber Daya Manusia Departemen Pertahanan RI Nomor
: ST / 02 / I / 2001 tanggal 23 Januari 2001 bahwa kedudukan Skomen berada dibawah Pembinaan Pangdam sebagai Pelaksana Tugas Fungsi Departemen Pertahanan (Kemhan) dan Pabandya Wanra selaku pengawas kegiatan sehari-hari.

Hingga saat ini, Menwa Mahawarman terus berpedoman dan menjunjung tinggi Santiaji Panca Dhama Satya yang pada salah satu isinya menyatakan bahwa Menwa haruslah mengutamakan kepentingan nasional diatas kepentingan pribadi maupun golongan sehingga dalam semua kiprahnya merupakan bentuk pengabdian yang semata hanya kepada bangsa dan negara, bukan kepentingan dalam mencari kekuasaan yang menghalalkan berbagai cara hingga bertentangan
dengan hukum.

Narahubung : Chris Alvin (081210069986)

martika Edison

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *